Pengadilan memerintahkan penurunan papan nama Presiden AS Donald Trump di gedung seni pertujukan John F. Kennedy Center for the Performing Arts atau Kennedy Center di Washington, AS. (Photo: JIM WATSON / AFP)

Donald Trump lalu merombak jajaran dewan pengurus dengan memasukkan orang-orang yang loyal kepadanya.

Puncak kontroversi terjadi pada Desember lalu, ketika dewan pengurus memutuskan untuk mengubah nama tempat itu menjadi "The Donald J Trump and John F Kennedy Memorial Center for the Performing Arts".  

Meski menuai protes, Trump tidak peduli.

Nama Trump kemudian langsung dipasang dengan ukuran huruf kapital besar tepat di atas nama Kennedy pada fasad gedung.

Warga AS Gembira 

Penghapusan nama Trump dari gedung ikonik itu disambut gembira warga AS.

Salah seorang warga Washington, Elise Serbaroli (42), menyebut penghapusan nama Trump sebagai kemenangan besar. 

Sebelumnya, Elise Serbaroli mengaku sedih ketika melihat nama Trump tiba-tiba terpajang di Kennedy Center.

Elise Serbaroli merupakan salah satu dari banyak orang yang sengaja datang ke gedung itu untuk menyaksikan penghapusan nama Trump. 

Warga lainnya, Dawn Martin (65), juga mendukung penuh penghapusan nama Trump. 

"Kita tidak bisa mengubah nama gedung indah ini yang diberikan Kongres AS untuk John F Kennedy," katanya.

Ia menegaskan, John F Kennedy seorang presiden yang pantas mendapatkan kehormatan ini.

Selain yang datang langsung ke lokasi, warga AS lainnya mengikuti penghapusan nama Trump melalui siarang langsung di televisi. (*)


Baca juga