Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu

Ia bertugas dalam Operasi Tumpas PGRS/Paraku di tahun 1978. 

Tiga tahun kemudian, Ryamizard bertugas dalam Operasi Kala (PGRS) pada 1981. 

Ketika  itu, Ryamizard menjadi Komandan Peleton (Danton). 

Di tahun 1982 hingga 1983, ia bertugas dalam Operasi Kemudi I dan II Malindo. 

Ryamizard selanjutnya mendapat tugas di daerah-daerah konflik.

Termasuk dalam Operasi Seroja Timor Timur untuk memberantas gerakan separatisme dari tahun 1983-1984. Ryamizard juga pernah mendapat tugas operasi militer di Aceh. 

Ketika tsunami melanda Aceh, Ryamizard kembali datang.

Kali ini, Ryamizard terjun langsung bersama pasukan memberi bantuan kepada warga yang terdampak bencana dahsyat itu. 

Tak hanya di dalam negeri, mantan Pangkostrad ini juga pernah membantu misi perdamaian PBB dan menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B (1992-1992). 

Ketka itu, Ryamizard mengemban tugas PBB untuk membantu konflik berdarah di Kamboja. 

Setelah pulang dari Kamboja, Ryamizard diangkat menjadi Komandan Brigade Infanteri 17 Ku hingga tahun 1994. 

Jabatan strategis Ryamizard dimulai sebagai Panglima Divisi II Kostrad di tahun 1998.

Lau menjadi Kepala Staf Kostrad, hingga menjadi Panglima Kodam (Pangdam). 

Ia menjabaTPangdam V/Brawijaya tahun 1999 dan Pangdam Jaya hingga tahun 2000. 

Diangkat sebagai Pangkostrad tahun 2002. 

Dua menjabat Pangkostrad, Ryamizard ditunjuk sebagai KSAD di era Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. 

Di akhir pengabdiannya kepada negara, ia dipilih sebagai Menhan oleh Presiden Jokowi. (*)


Baca juga