Warga Kota Athena, Yunani, menggelar unjuk rasa menentang pencegatan armada Global Sumud Flotilla oleh Angkatan Laut Israel di dekat Siprus, Senin (18/5/2026). (Foto: AFP/AGGELOS NAKKAS)

Unjuk rasa di Italia ini berjalan beriringan dengan aksi mogok kerja nasional yang diorganisasi oleh serikat pekerja dan kelompok masyarakat sipil.  

Selain menyuarakan solidaritas untuk aktivis Global Sumud Flotilla, massa juga memprotes lonjakan biaya hidup, mengkritik tingginya anggaran militer yang mengorbankan sektor kesehatan dan pendidikan.

Massa pengunjuk rasa juga menentang kebijakan perang. 

Di Kota Roma, ribuan demonstran memadati Piazza dei Cinquecento sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa poster dukungan untuk armada kemanusiaan. 

Pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina dan mendesak pemerintah Italia agar tidak bekerjasama dengan Israel.

Unjuk rasa serupa berlangsung di beberapa kota Eropa.

Di Kota Athena, Yunani, misalnya, ratusan orang berkumpul di depan gedung Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan protes.

Pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dan spanduk bertuliskan "Jangan Sentuh Palestina."

Massa mengecam keras serangan terhadap armada Global Sumud Flotilla.  

Lima dari Indonesia

Tercatat lima warga Indonesia yang ditangkap militer Israel dalam rombongan armada Global Sumud Flotilla.

Lima orang itu terdiri atas satu aktivis dan empat jurnalis.

Mereka ditangkap personel Angkatan Laut Israel di perairan Siprus, Senin (18/5/2026).

Sesuai informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), satu aktivis yang ditangkap adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef. 

Tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai (jurnalis Republika), Rahendro Herubowo (jurnalis Inews), dan Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis dari TV Tempo). 

Kemudian jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal BoraLize. (*)



Baca juga