Webinar nasional BPN KKTP hadirkan akameisi perempuan asal Takalar.

Penanggap pertama, Dr Hj Patmawati Dh Tonri, S.Kep., M.Kep (Founder Yayasan Perguruan Tanawali yang lebih dikenal STIKES Tanawali).

Bonda Tonri juga dikenal sebagai pengusaha yang tergabung dalam pengurus KADIN Takalar dan Sulsel.

Ia juga terlibat dalam mengurus olah raga sebagai pengurus KONI dan Bendahara PBSI Sulsel.

Ia berasal dari Bonto Kadatto, Takalar. Penanggap kedua, Dr. Ihyani Malik, S.Sos. M.Si, saat ini sebagai Wakil Rektor Dua Unismuh, berasal dari Ballo Takalar.

Penanggap ketiga Dr. drh Tri Isyani Tunggadewi, M.Si, dosen pada Fak Kedokteran Hewan dan Ketua Agrinita, dewan Pakar IPB University.

Lama bermukim di Jl Pramuka, Takalar. 

Penanggap keempat Irnawati Bahtiar, S.Kom, M.I.Kom, Phd (c), asal Lengkese.

Saat ini, sedang menyelesaikan Program S3 di kampus Queens  University Belfast of Kingdom.

Ia menjabat Sekretaris Jurusan Komunikasi UIN Makassar.

Dari Webinar Nasional ini, baik narasumber maupun penanggap masing-masing memberikan penekanan peran perempuan untuk berkontribusi pada peningkatan SDM dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Takalar.

Misalnya, penyediaan beasiswa untuk jenjang pendidikan yang berkelanjutan, pengembangan UMKM yang dapat menjadi tulang punggung PAD Takalar.

Fokus bagaimana upaya Takalar sebagai sentra jagung pulut, perlu varian dalam olahan untuk meningkatkan nilai jual.

Pelestarian bahasa dan seni budaya Makassar agar generasi berikutnya tidak kehilangan identitas sebagai orang Makassar.

Pentingnya wadah atau ruang pengembangan diri bagi kaum perempuan dengan menyediakan sarana Women Center.

Ada yang menarik dari sesi pertanyaan partisipan dalam rangka kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam lingkungan keluarga yakni pemberian istilah pampidokang bagi laki-laki yang ikut serta dalam mengurus rumah tangga.

Penanggap Dr. Ihyani yang juga pernah terlibat dalam pemilihan anggota KPU Sulsel, merespon bahwa sejatinya pemaknaan pampidokang ini bisa digeser ke makna yang positif. Bahwa bagi laki-laki ikut terlibat 

dalam mengerjakan pekerjaan dalam rumah tangga, misalnya memasak atau belanja ke pasar.

Selama ini masyarakat dan kita semua berpendapat kedua pekerjaan ini adalah tugas perempuan atau istri.

Padahal, sejatinya bagian tugas dan fungsi bersama sebagai bagian dari manajemen mengurus rumah tangga.

Di bagian akhir Drs. A. Muktadir Dg Rurung, MM menyampaikan Webinar Nasional kali ini merupakan yang  terlama durasinya dibandingkan beberapa webinar yang sebelumnya digelar BPN KKTP. 

Room zoom dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB. Artinya, berlangsung kurang lebih 5 jam.

Para partisipan tetap antusias dan setia mengikuti sampai akhir.

Beberapa poin masukan dari narasumber, penanggap dan partisipan dapat menjadi masukan penting bagi Pemda Takalar.

"Insyaallah BPN KKTP siap meneruskan poin-poin itu kepada Pemda Takalar," kata Muktadir.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat yakni 23 Mei 2026, BPN KKTP akan melaksanakan Webinar Nasional dengan tema "Qurban Antara Ketaatan Tauhid dan Sosial." Bekerjasama dengan Pemda Takalar dan Kantor Kemenag Takalar secara Hybrid Zoom.

Webinar ini akan melibatkan seluruh Imam Desa dan KUA se-Kabupaten Takalar.

Pada webinar ini, rencananya juga diisi pelatihan tata cara penyembelihan hewan qurban yang syar'i dan sehat. (*)


Baca juga