Washington Post
LITERASI-ONLINE.COM - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menilai perang melawan Iran merupakan sebuah kesalahan fatal.Militer AS bersama Israel menyerang Iran pada akhir Februari 2026.Perang itu kemudian menyulut konflik yang luas di kawasan Timur Tengah, karena Iran mampu menghancurkan fasilitas militer di beberapa negara Teluk.Militer Iran juga menghancurkan banyak bangunan di berbagai kota yang diduduki Israel. Pendapat mayoritas warga AS itu berdasarkan hasil survei atau jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Jumat, 1 Mei 2026.Survei dilakukan oleh media ternama Washington Post-ABC News-Ipsos.Hasil survei menunjukkan 61 persen warga AS menyatakan pengerahan kekuatan militer ke Iran adalah langkah yang keliru. Hanya 36 persen responden yang menilai keputusan melancarkan serangan adalah langkah yang tepat.Hasil survei terbaru ini semakin menunjukkan rendahnya dukungan publik pada kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Perang yang hingga sekarang belum jelas kapan berakhir ini, menewaskan ribuan orang.Baik warga sipil di Iran dan Israel, maupun tentara AS. Perang ini juga menyebabkan harga energi global melonjak karen blokade Selat Hormuz oleh Iran.Naiknya harga energi global juga berdampak nyata kepada warga AS.Harga bahan bakar minyak (BBM) di AS meningkat tajam yang memicu kemarahan warga kepada Donald Trump.
Baca juga