Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum

LITERASI-ONLINE.COM - Dua agen rahasia yang diyakini berasal dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan tewas dalam kecelakaan mobil di negara bagian Chihuahua, Meksiko, Minggu (19/4/2026).

Informasi tewasnya dua agen CIA itu mendapat perhatian penuh pemerintah Meksiko.

Pemerintah Meksiko mempertanyakan aktivitas kedua agen rahasia itu di negara orang lain.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Selasa (21/4/2026), dalam sesi konferensi pers, mempertanyakan aktivitas dua agen CIA itu di negaranya.

Claudia Sheinbaum menegaskan, penyelidikan sedang berlangsung.

Sebab, aturan hukum Meksiko mensyaratkan bahwa agen asing harus mendapat otorisasi federal untuk beroperasi di negara itu.

Artinya, agen asing (termasuk agen CIA) tidak dapat bekerja langsung dengan pejabat negara bagian Meksiko, tanpa persetujuan pemerintah pusat.

Sheinbaum mengatakan, belum menerima laporan apakah agen CIA itu sudah memenuhi prosedur atau tidak saat beraktivitas di Meksiko.

Sheinbaum juga mengakui ada informasi yang saling bertentangan mengenai kehadiran agen CIA itu di Meksiko.

“Investigasi penuh harus dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Agung untuk menentukan apakah Undang-Undang Keamanan Nasional Meksiko dilanggar," kata presiden.

Dalam setahun terakhir, hubungan pemerintah Meksiko dengan pemerintah AS dibawah Presiden Donald Trump memburuk.

Meksiko menduga AS diam-diam berusaha melancarkan operasi darat di Meksiko menghadapi kartel narkoba yang memasok obat-obatan terlarang ke AS.

Pemerintah Meksiko menilai, upaya AS itu melanggar kedaulatan negaranya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump  berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer di Meksiko untuk memberantas kartel narkoba dan jaringan kriminal lainnya.


Baca juga