Pengunjuk rasa anti Israel di New York, AS, Minggu (12/4/2026) waktu setempat, ditangkap polisi. (Foto: Charly Triballeau/AF)
LITERASI-ONLINE.COM - Ratusan warga Amerika Serikat (AS) menggelar unjuk rasa anti-Israel secara besar-besaran di Kota New York pada Minggu (12/4/2026) siang waktu setempat. Demonstrasi ini digagas oleh kelompok anti-Zionis bernama Jewish for Peace. Pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan no war, no fascism, no genocide, dan free Palestine. Sebagian besar warga yang turun ke jalan ini juga kompak mengenakan baju kaos warna putih yang bertuliskan: no war, no fascism, no genocide, dan free Palestine.Warga yang muak pada Presiden AS Donald Trump, memprotes keras dukungan AS terhadap Israel yang terus melancarkan serangan ke Palestina dan Lebanon. Padahal, saat ini sedang berlangsung gencatan senjata. Warga juga mendesak anggota senat berjuang agar pemerintah berhenti memasok bom ke Israel. Sebab, bom-bom dari AS itu digunakan oleh Israel untuk menyerang Palestina dan Lebanon yang menewaskan ribuan warga sipil.“Inilah saatnya anggota senat mendengarkan konstituen mereka. Mayoritas warga Amerika (Serikat) dan New York menginginkan solusi atas apa yang dilakukan pemerintah Israel,” jelas Direktur Komunikasi Jewish Voice for Peace, Sonya Meyerson-Knox.Kepolisian New York dikabarkan menangkap sedikitnya 90 peserta demo yang diduga anarkis. Mereka yang ditangkap langsung dimasukkan ke dalam tiga bus untuk diamankan. Dalam beberapa tahun terakhir, Kota New York sering menjadi tempat aksi unjuk rasa anti-Israel yang dilakukan oleh warga AS.
Baca juga