LITERASI-ONLINE.COM - Pada bulan Ramadhan, kita begitu rajin membaca Al-Qur’an. Kita setiap hari meluangkan waktu membaca Al-Qur’an. Sebagian besar dari kita bahkan mampu membaca minimal satu juz Al-Qur’an setiap hari. Dan mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Setelah Ramadhan berlalu, kebiasaan itu perlahan memudar. Sebagian dari kita tidak lagi membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an yang kita baca selama Ramadhan, disimpan kembali di lemari. Hanya sekali-sekali diambil dan dibaca jika diperlukan. Seharusnya kebiasaan membaca Al-Qur’an selama Ramadhan tetap diteruskan. Tetap membaca Al-Qur’an setiap hari. Jangan jadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebiasaan atau aalan musiman.Rasulullah mensunnahkan membaca Al-Qur’an dan menyampaikan pahalanya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi)Jumlah huruf dalam Al-Qur’an sangat banyak. Jumlahnya lebih dari 1 juta huruf, bahkan ada yang menyebut jumlahnya kurang lebih 1,5 juta huruf. Sebagai gambaran, bacaan basmalah saja itu ada 19 huruf. Bismillahirrahmanirrahim, terdiri atas 19 huruf, yaitu Ba, Sin, Mim, Alif, Lam, Lam, Ha, Alif, Lam, Ra, Ha, Mim, Nun, Alif, Lam, Ra, Ha, Ya dan Mim.Jadi kalau kita membaca: “Bismillahirrahmanirrahim”, maka kita sudah membaca 19 huruf, dikali 10, maka jumlahnya 190 kebaikan. Bagaimana kalau kita membaca seluruh isi Al-Qur'an? Jika jumlah huruf dalam Al-Qur'an sekitar 1,5 juta huruf, maka kita akan mendapatkan 15 juta kebaikan. Sebuah karunia yang luar biasa besar bagi siapa saja yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an.Mari kita jaga kebiasaan membaca Al-Qur'an. Mari kita jaga kedekatan dengan Al-Qur'an. Jangan kita biarkan Al-Qur'an hanya hidup di bulan Ramadhan, tetapi hadir dan menyinari hai-hari kita sepanjang waktu.
(asnawin aminuddin)