Warga AS dukung impeachment atau pemakzulan Donald Trump.

Seruan untuk memakzulkan Trump meningkat tajam setelah militer AS dan Israel menyerang Iran.

Apalagi, alasan Trump menyerang Iran berubah-ubah. Awalnya, untuk melengserkan rezim Iran. 

Kemudian untuk melucuti program nuklir Iran. Trump lalu menyebut akan merebut uranium Iran. 

Belakangan, Trump justru menerima 10 poin syarat dari Iran untuk pembahasan gencatan senjata lanjutan.  

Saat ini, sedang berlangsung gencatan senjata selama dua pekan. 

Upaya Pemakzulan di Kongres

Trump juga menghadapi tekanan pemakzulan di kongres.

Sejumlah anggota kongres dari Partai Demokrat mulai mendorong langkah pemakzulan. 

Anggota DPR dari Connecticut, John Larson, menegaskan telah mengajukan pasal pemakzulan terhadap Trump terkait konflik Iran. 

John Larson menilai Trump telah melampaui batas kewenangannya. 

"Perang ilegalnya di Iran tidak hanya menaikkan harga-harga bagi keluarga Amerika, tetapi juga telah merenggut nyawa warga (tentara) Amerika,” ujarnya. 

Larson juga menyoroti pernyataan Trump yang dinilai berbahaya. 

“Ucapan Paskahnya yang kasar dan tidak pantas serta ancaman-ancamannya," katanya.

Ia menilai, ucapan-ucapan kasar Trump telah membahayakan keamanan negara dan rakyat AS. 

Secara politik, peluang pemakzulan Trump relatif kecil. 

Sebab, Partai Republik menguasai kongres dengan perbandingan 218 banding 214 kursi.

Senat juga berada di bawah kendali Republik. 

Untuk pemakzulan, membutuhkan suara mayoritas di DPR (kongres) dan dukungan dua pertiga suara di Senat AS. (*)



Baca juga