Warga Israel memadati super market (foto ist)

LITERASI-ONLINE.COM - Sejumlah warga di Israel memanfaatkan bunyi sirene peringatan bahaya serangan rudal Iran atau Hizbullah untuk melakukan praktik curang.

Mereka pura-pura panik mendengar bunyi sirene peringatan bahaya, lalu lari meninggalkan toko atau pusat perbelanjaan tanpa membayar barang yang diambil.

Praktik serupa terjadi di restoran. Pengunjung meninggalkan lokasi tanpa membayar makanan dan minuman yang dipesan.     

Praktik curang ini banyak terjadi di pusat perbelanjaan hingga restoran, di tengah situasi konflik yang berlangsung antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. 

Laporan dari media lokal Channel 13, akhir Maret 2026, menyoroti fenomena gratisan yang dinilai mengkhawatirkan ini. 

Sejumlah orang dilaporkan sengaja memanfaatkan momen sirene serangan udara untuk keuntungan pribadi. 

Banyak warga diduga sengaja menunggu bunyi sirene, lalu pergi tanpa membayar.

Saat sirene terdengar, warga umumnya segera mencari tempat perlindungan. 

Namun, dalam situasi kepanikan dan kebingungan itu, oknum tertentu disebut memanfaatkannya untuk meninggalkan lokasi tanpa menyelesaikan pembayaran. 

Pelaku usaha menyampaikan keprihatinan atas fenomena ini. 

Mereka menilai penyalahgunaan situasi darurat berpotensi mengganggu ketertiban serta merusak akuntabilitas di tengah kondisi krisis. 

Pelaku usaha mengeluhkan fenomena ini, karena situasi ekonomi sedang sulit di tengah konflik berkepanjangan.(*)


Baca juga