Puing-puing pesawat yang diklaim Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai jet tempur canggih F-15 Amerika Serikat yang ditembak jatuh pada Jumat (3/4/2026). (Foto: X/@IRGCIntelli)

Pukulan Telak 

Kehilangan dua jet tempur canggih dalam satu hari, menjadi pukulan telak bagi Amerika Serikat.  

Hal ini mengindikasikan bahwa kekuatan militer Iran sangat siap menghadapi perang panjang.

Fakta ini bertolak belakang dengan pernyataan-pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut kekuatan militer Iran sudah hancur.

Jatuhnya dua jet tempur AS ini hanya berselang dua hari setelah Presiden AS Donald Trump sesumbar mengenai "kemenangan luar biasa" di medan perang dalam pidato televisi dari Ruang Oval pada Rabu (1/4/2026) malam.

Baca: Mantan Pejabat AS Desak Putra PM Israel Ikut Turun Berperang, Beri Contoh pada Rakyat

"Malam ini, angkatan laut Iran telah musnah. Angkatan udara mereka hancur lebur," kata Trump saat itu.

Donald Trump dikabarkan sudah menerima informasi resmi mengenai jatuhnya dua jet tempur canggih itu.

Termasuk kemungkinan awak pesawat jatuh dalam tawanan militer Iran.

Belum ada pernyataan terbaru Donald Trump mengenai insiden ini. (*)



Baca juga