Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Spanyol kembali menunjukkan sikap tegas menolak perang.

Spanyol resmi menutup ruang udaranya bagi pesawat-pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam serangan ke Iran.  

Kebijakan terbaru ini mempertegas sikap Spanyol yang sebelumnya telah melarang penggunaan pangkalan militer oleh pasukan AS. 

Sebelumnya, pemerintah Spanyol mengecam serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026 laly sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menyampaikan pengumuman penutupan ruang udara ini kepada wartawan di Kota Madrid, Senin (30/3/2026). 

"Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun penggunaan ruang udara untuk tindakan yang terkait dengan perang di Iran," tegas Robles, seperti dilansir AFP. 

Larangan ini memaksa pesawat-pesawat militer AS mencari rute alternatif dan memutar jalur saat menuju sasaran mereka di Timur Tengah. 

Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo menambahkan, keputusan ini didasari oleh prinsip hukum yang dipegang teguh oleh pemerintah Spanyol.  

Spanyol menganggap perang ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

"Pemerintah Spanyol tidak berpartisipasi atau berkontribusi dalam perang yang dimulai secara sepihak dan melawan hukum internasional," kata Cuerpo kepada radio Cadena Ser. 

Cuerpo tidak mempersoalkan kebijakan ini akan memperburuk hubungan diplomatik antara Spanyol dan AS. 

Sikap tegas Spanyol ini sejalan dengan pandangan Perdana Menteri Pedro Sanchez.  

Selama ini, Pedro Sanchez menjadi salah satu pemimpin dunia yang sangat vokal menentang serangan AS dan Israel ke Iran. 

Ia menyebut aksi militer AS dan Isrel itu sebagai tindakan yang sembrono dan ilegal. (*)


Baca juga