Joe Kent
LITERASI-ONLINE.COM - Keputusan mengejutkan datang dari Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional Amerika Serikat (NCTC), Joe Kent. Ia memutuskan mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait perang di Iran. Dalam surat pengunduran diri yang diunggah melalui media sosial X, Joe Kent mendesak Trump segera mengubah haluan kebijakan militernya. Ia mengkritik serangan AS-Israel terhadap Iran yang menurutnya sama sekali tidak didasari oleh ancaman nyata, Seperti diberitakan BBC, Selasa (17/2/2026, Kent mengungkapkan Iran sebenarnya tidak memberikan ancaman nyata dan mendesak terhadap AS. Joe Kent meyakini pemerintahan Trump memulai perang karena tekanan pihak luar yakni Israel. "Pemerintah memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika-nya yang kuat," tambah Kent dalam suratnya. Ia menuduh sejumlah pejabat tinggi Israel dan jurnalis berpengaruh di AS telah menyebarkan misinformasi. Tujuannya yakni menjebak Trump agar meninggalkan jargon politik "America First" yang selama ini diusungnya. "Ruang gema (echo chamber) ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi AS. Itu adalah kebohongan," tegasnya. Menanggapi pernyataan Kent, Gedung Putih memberikan penjelasan. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut anggapan bahwa Trump dipengaruhi oleh pihak asing adalah hal yang tidak berdasar.
Baca juga