Ia mengajak diaspora Takalar melalui organisasi Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (KKTP) untuk menginisiasi pembentukan dana abadi pendidikan.Dana abadi ini diharapkan dapat dikelola melalui badan wakaf guna membantu pembiayaan pendidikan anak-anak Takalar. “Saya bersedia menjadi donatur. Ini adalah bentuk nyata kepedulian sekaligus wujud dahsyatnya sedekah,” katanya.Menanggapi gagasan tersebut, Ketua Umum BPN KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, menyatakan akan membahasnya bersama pengurus dan membuka kemungkinan pembentukan Yayasan Panrannuangku. Dukungan juga datang dari Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah Dg Mattawang, Sp.PD, FINASIM, Sekretaris Pusat Kedokteran Kepolisian RI sekaligus Dewan Penasehat, yang menyatakan persetujuannya atas pembentukan “Yayasan Dana Wakaf Panrannuangku” serta kesiapan untuk menjadi donatur.Kultum sesi ke-3 ini diikuti oleh warga Takalar dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Peserta terdiri dari unsur KKSS, dewan penasehat, dewan pakar, pengurus KKTP, serta perwakilan BPW dari Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, hingga Papua Selatan.Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Semarak Ramadan Diaspora Takalar, Dr. drh. Tri Isyani Tungga Dewi Dg Singara, dosen IPB University sekaligus Ketua Ikatan Istri Dokter Hewan Indonesia. Moderator Ir. Muh. Taufik Anwar Pali Dg Sijaya, MM, praktisi perbankan dan asuransi. Tilawah Al-Qur’an dibawakan oleh Nur Rasti Istiqomah, Juara I MTQ Sulawesi Selatan 2024.Sekretaris Jenderal BPN KKTP, Drs. A. Muktadir Taiyeb, MM, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan, kegiatan ini dihadiri oleh empat guru besar asal Takalar. Acara berlangsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat kepada para pemateri dan petugas. Rangkaian kegiatan Semarak Ramadan Diaspora Takalar ini rencananya akan ditutup dengan acara Halal Bihalal yang di Gedung DPR/MPR. (*)