LITERASI-ONLINE.COM - Pada hari Ahad, 8 Maret 2026, bertempat di kediaman Ketua Umum BPN Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (KKTP), H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, berlangsung acara buka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Qur'an. Rangkaian acara silaturahmi Diaspora Takalar ini diawali laporan Panitia Pelaksana, Dr. drh. Tri Isyani Tunggadewi Dg Singara (dosen IPB University dan Pengurus Ikatan Istri Dokter Hewan Indonesia).Peringatan Nuzulul Qur'an yang dirangkaian dengan berbuka puasa bersama ini merupakan bagian dari Semarak Ramadhan 1447 yang dilaksanakan pengurus KKTP. Mengangkat tema "Nuzulul Qur'an; Kita Tingkatkan Kecintaan dan Pengamalan Al Qur'an." Dalam sambutannya, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa mengajak jamaah menjadikan Al Quran sebagai pedoman keseharian."Dan mari kita isi ramadhan ini dengan memperbanyak membaca Al Qur'an," katanyya. Sebagai pembicara utama adalah Prof. Dr. H. Adlin Dg Sila, dosen Antroplogi UI dan Staf Ahli Kemendikbudristek era Nadiem Makarim.
Peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama Diaspora Takalar.Dg Sila menyampaikan bahwa turunnya QS. Al Iqra ayat 1 - 5 di Gua Hiro sebagai penanda turunnya wahyu dan kenabian Muhammad SAW.Uniknya, Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu dalam keadaan tidak dapat membaca dan menulis. Hikmah diturunkanya Al Qur'an adalah sebagai hudan, petunjuk dan pembeda antara hak dan batil bagi ummat manusia.Ia menambahkan, justeru yang banyak mempelajari dan mengamalkan isi kandungan ayat Al Qur'an adalah para ilmuan barat non Muslim."Bahkan pencetakan perdana Al Qur'an berlangsung di Jerman," demikian Dg Sila, yang putera KH Syukri Limpo.Tampil sebagai penanggap Prof. Dr. H. Dahyar Daraba Dg Tobo, Guru Besar IPDN Jakarta, yang juga birokrat senior.Ia juga pernah menjadi Direktur IPDN di Makassar dan Sekda Kabupaten Takalar.