LITERASI-ONLINE.COM - Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut kemampuan militer Iran menurun setelah digempur habis-habisan oleh AS-Israel sejak 28 Februari 2026, ternyata keliru. Buktinya, gelombang serangan terbaru rudal balistik Iran membuat kerusakan signifikan pada beberapa kota sasaran di Israel. Ledakan hebat mengguncang kota-kota seperti Tel Aviv, Yerusalem, hingga Bandara Internasional Ben Gurion.Sejumlah bangunan hancur, mobil-mobil terbakar, dan situasi darurat medis di berbagai rumah sakit di wilayah pusat Israel.Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal langsung dari wilayah Iran menuju wilayah yang diduduki Israel. Tapi, IDF tidak menjelaskan dampak yang ditimbulkan serangan rudal balistik Iran.
Bangkai mobil yang terbakar di Kota Ramat Gan, Israel, karena serangan Iran. (Foto APF)Saksi mata dan jurnalis di lapangan melaporkan ledakan keras mengguncang bangunan-bangunan di Tel Aviv dan Jaffa.Media lokal, Channel 12, menyebutkan bahwa getaran akibat ledakan terasa hingga ke pemukiman warga. Sebanyak 10 rudal Iran dilaporkan menyasar titik-titik strategis di Yerusalem dan Tel Aviv, termasuk area sekitar Bandara Ben Gurion.Militer Israel melakukan sensor ketat informasi mengenai jumlah korban jiwa maupun terluka dalam serangan dahsyat Iran itu.Tapi, laporan dari situs berita Rotter.net menggambarkan kondisi memprihatinkan di unit gawat darurat (UGD) pada beberapa rumah sakit.