LITERASI-ONLINE.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri prosesi penerimaan jenazah 6 tentara AS yang tewas dalam perang AS-Israel lawan Iran.Trump bergabung dengan keluarga dekat tentara yang tewas itu pada penerimaan jenazah di pangkalan angkatan udara Dover, Sabtu (7/3/2026).The Guardian memberitakan, keenam tentara AS ini tewas dalam serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Kuwait. Ketika itu, serangan drone dan rudal balistik Iran mampu menembus pertahanan udara AS dan Kuwait. Pada momen ini, Trump hadir mengenakan topi golf bertuliskan "USA." Selama proses pemindahan jenazah, hadirin tidak diizinkan menggunakan telepon seluler (ponsel) atau HP. Selain presiden, hadir juga Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, jaksa agung Pam Bondi, dan lainnya.Setelah rangkaian acara, Trump irit bicara bahkan tidak menyampaikan pernyataan apapun.Padahal, biasanya Trump suka ceplas-ceplos bicara kepada awak media mengenai keberhasilannya dalam serangan ke Iran. Tapi, sebelumnya dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin Amerika Latin di Miami, Trump menyebut tentara AS yang tewas itu adalah pahlawan yang "pulang dengan cara yang berbeda dari yang mereka bayangkan". Pada pertemuan itu Trump mengatakan, "ini situasi yang sangat menyedihkan." Ia juga berjanji untuk menjaga agar kematian tentara Amerika "seminimal mungkin".Tentara AS yang tewas adalah Sersan Kelas Satu Nicole Amor, 39, dari White Bear Lake, Minnesota; Kapten Cody Khork, 35, dari Winter Haven, Florida; Kepala Perwira Warrant 3 Robert Marzan, 54, dari Sacramento, California.Mayor Jeffrey O'Brien, 45, dari Indianola, Iowa; Sersan Kelas Satu Noah Tietjens, 42, dari Bellevue, Nebraska; dan Sersan Declan Coady, 20, dari West Des Moines, Iowa.Keenam tentara ini berasal dari Komando Dukungan Logistik ke-103 yang berbasis di Des Moines, Iowa.Mereka bertugas menyediakan makanan, bahan bakar, air, amunisi, peralatan transportasi, dan perlengkapan untuk mendukung serangan militer AS. (*)