Drone Shahed-135 Iran yang dipakai dalam serangan balasan lawan AS-Israel. (Foto: AFP/ATTA KENARE
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengakui bahwa sistem pertahanan udara AS tidak akan mampu mencegat seluruh drone yang diluncurkan Iran. Kedua pejabat itu menjelaskan, drone Iran terbang rendah dan lambat, sehingga lebih sulit dideteksi atau dicegat dibandingkan rudal balistik.Dikatakan, drone-drone itu "menimbulkan masalah yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.” Meski mengakui adanya tantangan itu, pejabat militer AS berusaha meredakan kekhawatiran para anggota kongres. Pejabat militer AS mengaku negara-negara mitra AS di kawasan Teluk Persia sudah meningkatkan persediaan sistem pencegat untuk menghadapi ancaman drone serang Iran. (*)
Baca juga