Mantan Sersan Marinir Amerika Serikat (AS), Brian McGinnis, dibawa paksa keluar ruangan karena protes keras perang lawan Iran.

LITERASI-ONLINE.COM - Mantan Sersan Marinir Amerika Serikat (AS), Brian McGinnis, menentang keras perang lawan Iran hanya karena mengikuti kemauan Israel. 

Karena protesnya itu, Brian McGinnis dikeluarkan secara paksa dari sidang Subkomite Angkatan Bersenjata Senat di Washington D.C. pada Rabu, 4 Maret 2026. 

McGinnis datang ke pertemuan itu mengenakan seragam militer.

Ia lalu berdiri dan berteriak, “Amerika Serikat tidak ingin mengirim putra dan putrinya berperang demi Israel!.” 

“Tidak ada yang ingin bertempur demi Israel!” tambahnya.

Ia menegaskan, tidak ada tentara AS yang ingin mati demi kepentingan Israel.

Protes keras McGinnis membuat suasana pertemuan menjadi gaduh.

McGinnis kemudian "diamankan" oleh petugas keamanan dan dibawa keluar ruangan pertemuan.

Senator Partai Republik pendukung Presiden Donals Trump asal Montana, Tim Sheehy, ikut membantu Polisi Capitol membawa McGinnis keluar dari ruangan. 

Tim Sheehy bahkan terlihat ikut memegangi kaki dan bahu McGinnis saat ia mencoba melawan.

Karena melawan ketika dibawa paksa keluar ruangan, tangan atau lengan kiri McGinnis terjepit di antara pintu dan kusennya. 

Rekaman video yang beredar luas menunjukkan bahwa lengan atau tangan McGinnis cedera dalam insiden itu.

McGinnis adalah veteran Marinir yang berdinas pada tahun 2000 hingga 2004.

Saat ini, ia masuk dunia politik dan merupakan calon senat dari Partai Hijau (Green Party) di North Carolina untuk pemilihan tahun 2026.

Dalam pernyataan resminya, polisi  menyatakan McGinnis menghadapi tuduhan menyerang petugas polisi dan melakukan demonstrasi yang melanggar hukum. 

Dalam insiden ini, tiga petugas polisi dilaporkan harus menjalani perawatan. (*)



Baca juga