Tentara AS

LITERASI-ONLINE.COM - Jumlah tentara Amerka Serikat (AS) tewas karena serangan balasan Iran pada Minggu (28/2/2026), bertambah menjadi 6 orang. 

Jumlah ini diakui oleh United States Central Command (CENTCOM) pada Senin (2/3/2026).

Sebelumnya, CENTCOM hanya menyebut tiga prajurit AS yang tewas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Diperoleh informasi, tentara AS itu tewas di Kuwait.

CNN memberitakan, serangan rudal Iran menargetkan pusat operasi darurat di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait pada Minggu pagi waktu setempat. 

Shuaiba merupakan pelabuhan utama di wilayah selatan Kuwait.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, membenarkan serangan Iran menghantam "pusat operasi taktis" AS di Kuwait. 

Pete Hegseth mengakui, rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara di sana.

Para prajurit AS yang tewas itu bertugas di Komando Dukungan Logistik Teater ke-1 (1st Theater Sustainment Command/1st TSC).

Komando operasional unit ini berada di Camp Arifjan, Kuwait. 

Unit ini bertugas mengawasi dukungan logistik bagi pasukan gabungan di wilayah operasi CENTCOM.

Sejauh ini, militer AS belum merilis identitas keenam prajurit yang tewas.

Alasannya, masih menunggu momen untuk pemberitahuan kepada keluarga para prajurit yang tewas itu.

Presiden AS Donald Trump sudah menerima informasi mengenai tewasnya para prajurit itu.

Trump mengakui, kemungkinan akan banyak prajurit yang tewas dalam agresi AS dan Israel melawan Iran.

Menurut Trump, prajurit tewas merupakan hal yang sering terjadi dalam perang. (*)


Baca juga