Hasil sidang isbat

Penetapan ini menegaskan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini sepenuhnya dipakai Muhammadiyah.

Melalui pendekatan astronomi global, Muhammadiyah menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Artinya, awal bulan Hijriah tidak lagi bergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan dengan cerdas dan tasamuh (saling menghargai).

Ia menjelaskan, perbedaan awal Ramadhan sering terjadi dan menjadi sesuatu yang biasa.

Menurutnya, perbedaan itu akan terus muncul selama umat Islam belum memiliki kalender tunggal.

"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar dalam keterangan tertulis melalui laman resmi PP Muhammadiyah, Selasa (17/2/2026). (*)



Baca juga