PM Israel Benjamin Netanyahu bersama staf senior Tzachi Braverman (kanan). Braverman ditangkap polisi karena dugaan menghalangi penyelidikan. (Foro: Marc Israel Sellem/POOL)

Kebocoran itu terjadi pada September 2024, ketik Feldstein menyerahkan dokumen rahasia militer Israel kepada tabloid Jerman Bild.

Isi dokumen militer Israel itu antara lain menyebutkan bahwa pejuang Hamas tidak tertarik melakukan kesepakatan gencatan senjata.

Karena tindakannya itu, Feldstein sempat ditangkap dan didakwa.

Menurut laporan media-media Israel, selain menangkap Braverman, polisi juga menggeledah rumahnya pada Minggu (11/1/2026).

Feldstein dijadwalkan memberikan keterangan lanjutan kepada penyidik mengenai dugaan keterlibatan Braverman pada bocornya rahasia militer Israel itu.

Penangkapan orang dekat Netanyahu mendapat reaksi keras dari pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid.

Yair Lapid mendesak agar pengangkatan Braverman sebagai dubes Israel untuk Inggris ditangguhkan.

“Pengangkatan Tzachi Braverman sebagai duta besar untuk Inggris harus segera ditangguhkan,” tulis Yair Lapid di platform X (dulu Twitter).

“Tidak dapat diterima bahwa seseorang yang diduga terlibat dalam menghalangi penyelidikan keamanan serius menjadi wajah Israel di salah satu negara terpenting di Eropa,” tambahnya. (*)


Baca juga