SPBU

LITERASI-ONLINE.COM - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi diperkirakan turun atau stagnan per 1 Januari 2026.

Perkiraan itu berdasarkan tren penurunan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah dunia di sepanjang Desember 2025 mengalami penurunan, sedangkan nilai tukar rupiah justru melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kedua indikator ini cukup penting dalam menentukan kenaikan atau penurunan harga BBM non-subsidi di Indonesia.

Sesuai data Refinitiv, rata-rata harga minyak brent berada di level US$61,72 per barel pada Desember 2025.

Turun hingga 3,05% dibandingkan harga rata-rata pada November 2025 yang sebesar US$63,66 per barel.

Sedangkan harga rata-rata minyak WTI sebesar US$57,89 per barel di Desember 2025 atau turun 2,61% dibandingkan rata-rata November yang sebesar US$59,44 per barel.

Pergerakan harga minyak dunia sepanjang Desember 2025 dibayangi oleh menguatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Prospek berakhirnya konflik dua negara itu dinilai berpotensi membuka jalan bagi pelonggaran sanksi terhadap Rusia, yang pada akhirnya dapat menambah pasokan minyak global ke pasar.

Selain itu, tekanan juga datang dari China. Data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang semakin nyata.

Output pabrik China pada November 2025 tercatat tumbuh paling lambat dalam 15 bulan terakhir, sementara pertumbuhan penjualan ritel menjadi yang terlemah sejak Desember 2022, ketika pandemi Covid-19 masih membayangi aktivitas ekonomi dunia.

Perlambatan ekonomi China dinilai berisiko menekan permintaan energi di negara konsumen minyak terbesar dunia itu.


Baca juga