Foto udara menunjukkan banjir yang melanda Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Gawan. ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/rwa

LITERASI-ONLINE.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis informasi terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. 

Tiga provinsi dimaksud adalah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, data terbaru menunjukkan total 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 menderita luka.

Perkembangan terbaru itu disampaikan Letjen TNI Suharyanto saat konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). 

Sumatera Utara Terparah

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. 

Sesuai data sementara, sebanyak 116 korban jiwa dan 42 orang hilang.

Korban meninggal dan dinyatakan hilang  tersebar di beberapa wilayah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Padang Sidempuan, dan Pakpak Barat. 

Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, data korban meninggal dan hilang di Sumatera Utara kemungkinan akan terus berkembang.

Sebab, masih ada titik-titik yang belum ditembus oleh tim SAR gabungan. Terutama di lokasi yang longsor.

Selain korban jiwa dan terluka, banjir dan tanah longsor juga menyebabkan gangguan akses transportasi di Sumetar Utara. 

Misalnya, jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan terputus di beberapa titik. 

Pemerintah sedang berusaha keras membuka akses jalan dengan menurunkan alat berat.


Baca juga