LITERASI-ONLINE.COM - Dukungan dari dunia olahraga untuk Palestina terus bergema.Terbaru, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, terang-terangan menyerukan kepada masyarakat dunia untuk menekan pemerintahnya masing-masing agar segera mengambil tindakan nyata menghentikan genosida di Gaza, Palestina. Pelatih berusia 54 tahun itu menyatakan dukungannya pada aksi pro-Gaza di Kota Barcelona, Spanyol, yang digelar pada Sabtu (4/10/2025) waktu setempat.Barcelona merupakan kota kelahiran Pep Guardiola. “Kita sedang menyaksikan genosida secara langsung. Ribuan anak telah meninggal dan lainnya masih mungkin mati,” ungkap Guardiola dalam video yang diunggah ke media sosial X (Twitter).Hingga awal pekan ini, video pernyataan keprihatinan Pep Guardiola itu sudah ditonton lebih dari lima juta kali.Pep Guardiola mengajak warga Barcelona untuk tidak ragu turun ke jalan demi menunjukkan solidaritas kemanusiaan kepada rakyat Palestina.“Jalur Gaza hancur total. Ribuan orang berjalan tanpa tempat tinggal, makanan, air minum, atau obat-obatan. Hanya masyarakat sipil yang terorganisir yang bisa menyelamatkan nyawa dan menekan pemerintah untuk bertindak,” tegasnya.Sebelumnya, Pep Guardiola yang sukses sebagai pemain dan pelatih Barcelona juga pernah menyuarakan dukungannya untuk rakyat Palestina.Ketika menerima gelar kehormatan dari University of Manchester, Inggris, pada Juni 2025 lalu, Pep Guardiola menegaskan bahwa penderitaan warga Palestina bukan soal ideologi, tapi soal kemanusiaan.“Ini tentang cinta kehidupan dan kepedulian kepada sesama. Setiap pagi saya melihat gambar anak-anak Gaza, dan saya takut. Saya melihat anak-anak saya di wajah mereka,” tuturnya.
Puluhan AtletPep Guardiola merupakan bagian tokoh sepakbola dan atlet olahraga dunia yang menyatakan solidaritas kepada Palestina. Beberapa waktu lalu, koalisi 50 atlet/pelatih profesional, seperti Cheick Doucouré (Crystal Palace) dan mantan pelatih Leicester City Nigel Pearson, menandatangani surat terbuka yang meminta UEFA mencoret Israel dari kompetisi Eropa. Bahkan di Liga Spanyol, klub Athletic Bilbao mengundang sejumlah pengungsi Palestina masuk ke lapangan Stadion San Mamés sebelum laga lawan Mallorca. Di stadion lain, suporter Osasuna menggelar protes anti-Israel saat pertandingan melawan Getafe. (*)