Sebanyak 12 partai politik (parpol) non parlemen berkumpul di Jakarta, Kamis (25/9/2025) membentuk sekretariat bersama (sekber). (foto: VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham)

LITERASI-ONLINE.COM - Sebanyak 12 partai politik (parpol) yang tidak lolos ke DPR RI atau Senayan dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 lalu, kini membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, pada Kamis (25/9/2025). 

Pembentukan sekber itu sebagai wadah untuk memperjuangkan dihapusnya ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilu 2029 nanti. 

"Parliamentary threshold nol persen itu merupakan sesuatu demokrasi dan akhlak yang juga harus dihayati oleh semua anak bangsa," kata Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), seperti dilansir kantor berita ANTARA, Kamis (25/9/2025). 

Hadirnya Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat ini juga didasari pertimbangan besarnya total suara yang diperoleh partai-partai nonparlemen pada Pemilu 2024 lalu, yakni 17.304.303 suara.

Tapi,  17 juta lebih suara rakyat pada Pemilu 2024 itu "hilang" karena adanya aturan ambang batas parlemen sebesar 4 persen. "Sayang 17.304.303 suara rakyat hilang atau tidak terwakili di DPR RI," tambah OSO. 

Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dideklarasikan oleh 12 partai politik yang tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. 

Tapi, dalam deklarasi itu, perwakilan tiga dari 12 partai nonparlemen tidak hadir pada pengumuman yang digelar di Kota Jakarta tersebut. 

12 Partai Politik

Adapun 12 partai politik nonparlemen yang membentuk Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat dan perolehan suaranya pada Pemilu 2024 lalu sebagai berikut: 

1. PPP: 5.878.777 suara (3,87 persen) 

2. PSI: 4.260.169 suara (2,81 persen) 


Baca juga