Bagi lulusan perguruan tinggi yang sudah melewati masa satu tahun setelah wisuda dan belum mendapat pekerjaan, tersedia program lain melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Menurut Airlangga, Kemenaker membuat program peningkatan produktivitas, antara lain dengan melakukan re-training, dan re-skilling. "Jadi, itu jalur yang sesuai dengan program di Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Airlangga.
Anggaran Rp 198 Miliar Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 198 miliar untuk mendukung jalannya program magang digaji ini. Program magang ini dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri. Nantinya, setiap daerah akan menyesuaikan link-and-match dengan kebutuhan tenaga kerja lokal. “Link-and-match kita atur pusat, tetapi kan perguruan tinggi di daerah diharapkan (lulusannya) dipekerjakan dengan industri di daerah," katanya. Khusus untuk daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), pemerintah pusat akan mengambil alih penempatan peserta.
Mulai Oktober 2025Airlangga Hartarto mengatakan, program magang digaji untuk lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate mulai berjalan kuartal IV-2025 atau Oktober 2025.Program ini sedang dimatangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Airlangga menegaskan, mereka yang bisa ikut program ini maksimal lulusan setahun dari perguruan tinggi. (*)