Peserta diminta menandatangani pakta integritas, penegasan bahwa mereka yang ikut wajib menyelesaikan program hingga tuntas. Targetnya bukan main-main: skor IELTS 8 dan keberangkatan studi lanjut ke luar negeri, baik untuk S3 maupun sandwich program.
Jejaring Global AECB merupakan bagian dari peta jalan internasionalisasi yang telah dirintis Unismuh. Beberapa dosennya kini sedang studi lanjut di Inggris, Italia, Hungaria, Jepang, dan Australia. “Kita tinggal menambah,” ucap sang Rektor optimis. Ia berharap para peserta menjadi mentor akademik yang akan menggendong adik-adik generasi selanjutnya.Yang menarik, program ini menghadirkan Mr. Adner, fasilitator utama dari Fulbright Indonesia, akan mengajar penuh dalam bahasa Inggris. “He will bring a new atmosphere,” kata moderator acara, Maharida, yang merupakan Ketua Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar. Pembukaan ini juga dihadiri Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) Unismuh Prof Sulfasyah, yang merupakan pelaksana program ini, berkolaborasi dengan LKUI Unismuh.
Tak Lagi Berjalan di TempatDi akhir sambutannya, Rektor Rakhim Nanda berpesan agar peserta tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Tolong ditangkap baik-baik. Setelah September nanti, kita ingin diskusi di kampus ini sudah pakai bahasa Inggris,” ujarnya.Dalam banyak hal, AECB adalah titik tolak.
Baca: Beasiswa Unggulan 2025 Kemendikbudristek Segera Dibuka, Kuliah Gratis S1/S2/S3, Ini Syarat DaftarBukan hanya soal kemampuan berbahasa, tetapi komitmen membangun budaya akademik baru. “Ini bagian dari ikhtiar kita semua untuk melihat Unismuh semakin baik ke depan,” pungkas Wakil Rektor II, Ihyani Malik.Jika semuanya berjalan seperti direncanakan, bukan tidak mungkin, pada dekade mendatang, nama Unismuh Makassar masuk dalam deretan kampus riset bereputasi internasional. Dan semuanya dimulai dari ruangan teater I Gift lantai dua, Gedung Iqra, pada siang pekan pertama Juli itu. (*)