Sejarah Indonesia

Dibagi 10 Jilid

Susanto merincikan, dalam 10 jilid buku sejarah versi terbaru itu akan menjelaskan sejak periode prasejarah hingga era manusia kontemporer di Indonesia. 

Juga akan memuat asal-usul nenek moyang serta percampuran budaya dengan dunia luar.

"Jadi kita mencari asal-usul memberikan penggambaran  identitas kita sebagai bangsa, sejak awal sampai masa kontemporer," kata Dosen di Fakultas Ilmu Budaya UI ini. 

Ia menegaskan, perjalanan jatuh bangun bangsa Indonesia juga akan dimuat dalam penulisan ulang sejarah RI tersebut. 

Sementara Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, penulisan ulang sejarah Indonesia akan menghasilkan narasi versi terbaru yang bakal dirilis 17 Agustus 2025 mendatang. 

Fadli Zon menjelaskan, pemerintah sedang menulis ulang sejarah nasional Indonesia dan sejarah periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) akan dimasukkan ke versi terbaru itu. 

"Semua yang perlu di-update, kita update. Misalnya, periode terakhir itu periode sebelum Pak SBY kalau enggak salah. Nanti tentu ditambahkan," kata Fadli Zon di Istana, Jakarta, Senin (5/5/2025). 

Fadli Zon berpendapat, sejarah Indonesia perlu ditulis ulang karena sejarah nasional terakhir kali ditulis pada era sebelum Presiden SBY. 

Karena itu, Fadli Zon ingin menambahkan kepemimpinan periode-periode setelahnya, termasuk  era Jokowi. 

Menurut Fadli Zon penulisan ulang sejarah ini dilakukan dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia. 

Ia mengatakan, sejarah Indonesia terakhir kali ditulis pada tahun 2012 silam, sehingga sudah perlu ditambah. 

"Kita akan update dan menambah beberapa jilid," kata Fadli Zon. (*)


Baca juga