Sejarah Indonesia

LITERASI-ONLINE.COM - Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengagas program penulisan ulang sejarah Republik Indonesia (RI). 

Rencananya, penulisan ulang sejarah Indonesia itu melibatkan ratusan sejarawan, di antaranya Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia Susanto Zuhdi yang menjadi Ketua Tim Penulisan Ulang Sejarah RI. 

Menurut Susanto Zuhdi, penulisan ulang sejarah RI ini melibatkan sekitar 120 sejarawan dan arkeolog.

Susanto yang dikonfirmasi media, Rabu (14/5/2025) menjelaskan program penulisan ulang sejarah ini sudah dikerjakan sejak Januari 2025 lalu. 

Artinya, prosesnya sudah berjalan sekitar 5 bulan. 

Susanto yang ahli di bidang sejarah maritim dan sejarah nasional menambahkan, diA didampingi dua sejarawan lain sebagai editor umum dalam program ini. 

Dua sejarawan itu adalah Guru Besar dari Universitas Diponegoro (Undip) Singgih Tri Sulistiyono dan Guru Besar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jajat Burhanuddin. 

Ia mengungkapkan, pada Januari 2025 itu dirumuskan kerangka acuan.

"Kami merumuskan kerangka acuannya, garis besarnya, kemudian diberikan ke 20 editor jilid, karena ada 10 jilid yang akan ditulis," katanya.

Para editor jilid lalu merumuskan lagi lebih rinci, selanjutnya berproses dan hingga sekarang sudah mencapai 60-70 persen. 

Dalam penulisan ulang sejarah Indonesia ini, yang terlibat bukan hanya sejarawan.

Proses penulisan ulang sejarah RI ini juga melibatkan para arkeolog di Indonesia. 

Sebab, pada periode-periode lama sejarah Indonesia, para arkeolog yang berperan.  


Baca juga