Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. Ahmad Muttaqin

Ia mencontohkan ketergantungan pada produk luar negeri dalam industri teknologi, seperti ponsel dan kendaraan.

“Kita setiap tahun meluluskan ribuan insinyur dan ahli IT, tetapi mengapa kita masih menjadi bangsa konsumen?” tanyanya.

Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang cenderung pasif akibat kemudahan teknologi, serta budaya pamer kekayaan di media sosial yang semakin marak.

“Jangan menjadi generasi rebahan. Kuasai ilmu alat, baik itu bahasa, teknologi, maupun keterampilan lain. Sebab, mereka yang menguasai ilmu alat akan menguasai dunia,” tegasnya.

Ahmad Muttaqin mendorong para lulusan untuk tidak takut mencoba dan mengambil peran strategis dalam masyarakat. 

Ia mengingatkan bahwa banyak lembaga penyedia beasiswa yang siap mendukung mahasiswa melanjutkan pendidikan, asalkan mereka memiliki kapasitas dan kemauan yang kuat.

“Banyak beasiswa tersedia. Jangan lelah mencoba. Ada yang baru berhasil mendapatkan beasiswa setelah mengajukan 19 kali lamaran,” katanya.

Ia juga mengajak alumni Unismuh untuk aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas, termasuk di lingkungan Muhammadiyah.

“Jika diberi kesempatan memimpin, ambil peran. Jangan menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain. Proaktiflah, mulai dari diri sendiri, dan lakukan secara konsisten,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Muhammad Syaiful Saleh, mengingatkan para wisudawan untuk tetap teguh dalam menjalankan ibadah dan berbakti kepada orang tua. 

Dalam kesempatan itu, Syaiful Saleh mengutip Surah An-Nisa ayat 36, yang menekankan pentingnya beribadah hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu dan gelar akademik, tetapi juga oleh ketaatan dalam menjalankan salat dan menjaga hubungan baik dengan orang tua.

"Sekalipun sudah menjadi sarjana, jangan lupakan salat. Apalagi setelah wisuda ini, jangan lupa salat Zuhur," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak mempersekutukan Allah dan senantiasa menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga ibadah dan berbakti kepada orang tua adalah modal utama dalam meraih keberhasilan.

"Kalau Anda sudah menjaga itu, Insyaallah akan selamat dan sukses," tutupnya. (*)


Baca juga