Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. Ahmad Muttaqin
LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. Ahmad Muttaqin, menegaskan komitmen LLDIKTI IX dalam membesarkan perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-84 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 27 Februari 2025, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh.Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dukungan LLDIKTI Wilayah IX. “Kepala LLDIKTI IX Dr Andi Lukman memiliki komitmen yang tinggi untuk membesarkan PTMA. Kita patut berterima kasih atas dedikasi yang tidak kenal lelah dalam menghadiri dan mendukung perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujar Ahmad Muttaqin.Ia juga menyebut dukungan Koordinator Kopertais Wilayah VIII yang juga Rektor UIN Alauddin Makassar terhadap Muhammadiyah dan PTMA. Ahmad Muttaqin mengajak para wisudawan untuk menyadari besarnya potensi Indonesia. Ia membandingkan luas wilayah Indonesia dengan Eropa dan Afrika untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki banyak peluang.“Jangan berkecil hati. Kita hidup di negara besar. Dari Sabang sampai Merauke, luas wilayah kita hampir sepadan dengan bentangan Eropa maupun Afrika,” katanya.Dalam konteks pendidikan tinggi, ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki 162 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan 14 di antaranya telah terakreditasi unggul, termasuk Unismuh Makassar.“Keberhasilan ini bukan kerja individu, tetapi hasil kolaborasi seluruh komponen, termasuk mahasiswa dan orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada PTM,” ujarnya.Ia juga menyoroti bahwa PTM mengelola lebih dari 2.300 program studi dengan jumlah profesor mencapai 410 orang per Desember 2024.Harus Berdaya Saing GlobalAhmad Muttaqin mengingatkan para wisudawan bahwa lulusan perguruan tinggi masih menjadi minoritas di Indonesia, dengan jumlah sarjana yang tidak lebih dari 15 persen dari total penduduk. Namun, menurutnya, perubahan dunia justru digerakkan oleh kelompok minoritas yang kreatif dan inovatif.“Selamat, Anda telah menjadi bagian dari kelompok minoritas strategis. Jadilah sarjana yang berdedikasi dan produktif,” pesannya.Namun, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar sebagai bangsa konsumen.
Baca juga