LITERASI-ONLINE.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, menambah jumlah kementerian dalam Kabinet Merah Putih.Jumlah kementerian yang awalnya 34 kini bertambah menjadi 48. Kementerian yang awalnya terdiri dari beberapa direktorat jenderal kemudian dipisahkan dan dibuat satu kementerian tersendiri. Dengan bertambahnya jumlah kementerian, apakah berimbas pada ditambahnya kuota CPNS 2025? Mengenai hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini mengatakan, akan melihat dulu hasil dari pemetaan jabatan seluruh kementerian dan lembaga negara, sebelum nantinya pemerintah membuka pendaftaran CPNS 2025. Karena itu, kata Rini, hingga saat ini belum ada kepastian apakah akan ada penambahan kuota CPNS 2025. "Kita akan lihat dulu. Mereka (kementerian) kan harus melakukan pemetaan jabatan lagi. Peta kebutuhan jabatan harus dilihat lagi. Jadi kita mulai dari awal lagi," kata Rini kepada media, Jumat (27/12/2024). Ia memberi contoh, pada pemerintahan sebelumnya ada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Sekarang kementerian itu dipecah menjadi tiga, yakni Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karenan itu, nantinya para aparatur sipil negara (ASN) baru hasil seleksi CPNS 2024 akan dipetakan berdasarkan formasi yang sudah mereka pilih. Rini mencontohkan, kalau misalnya formasinya dulu mengajukan untuk imigrasi, maka ASN itu akan dimasukkan ke imigrasi. Ia menjelaskan, setelah ASN baru hasil CPNS 2024 masuk ke kementerian dan instansi masing-masing sesuai dengan formasinya, barulah Kemenpan RB akan meminta semua kementerian dan instansi menghitung kembali kebutuhan ASN. Setelah itu, kemudian dilakukan penghitungan untuk kuota CPNS 2025. Jika ada kementerian atau instansi menyampaikan jumlah ASN yang ada sudah cukup, maka KemenpanRB tidak akan buka kuota CPNS 2025 untuk instansi itu. (*)