Prof. Dr. H Wahyuddin Naro, MHum

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau ISNU, memiliki potensi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. 

Lembaga otonom dari organisasi terbesar NU, ini pun diharapkan memberi konstribusi nyata bagi perubahan signifikan. 

Karenanya, melalui Kongres ISNU III di Balikpapan, Kalimantan Timur, 29 November 2024, menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran ISNU di semua tingkatan, untuk bersatu padu menjawab tantangan bangsa di era globalisasi yang berkemajuan saat ini.  

Demikian Prof. Dr. H Wahyuddin Naro, MHum dikonfirmasi malam tadi, mengenai harapan dan bagaimana ISNU menjawab tantangan  bangsa ke depan.

Prof. Wahyuddin Naro menyebut, di Kongres Balikpapan nanti, ISNU selain  dapat menyusun program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, organisasi ini juga dapat mendorong generasi muda aktif berkontribusi dalam pembangunan. 

“Melihat perkembangan dan dinamika yang ada, harapannya agar ISNU sebagai agen perubahan, mampu menyuguhkan peran peran positifnya. Hanya saja, tentunya dibutuhkan komitmen yang kuat dari setiap anggota untuk mewujud-nyatakan visi dan misi ISNU dengan baik," katanya. 

"Tentunya melalui kerja sama dan dedikasi, ISNU berpeluang besar untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini melihat, di era globalisasi yang semakin kompleks saat ini, ISNU perlu meningkatkan sinergi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat. 

Dengan semangat kebersamaan itu, diyakini ISNU dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Di sisi lain, ISNU menjadi ajang untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur bangsa. 


Baca juga