Prof. Dr. H Wahyuddin Naro, MHum

Seperti gotong royong, toleransi, dan moderasi beragama.

“Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, kita dapat membangun bangsa yang kuat, bersatu, dan sejahtera,” urainya.

Wahyuddin Naro yang juga penulis puluhan jurnal, sejumlah buku, dan penerima berbagai penghargaan, di antaranya Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari presiden itu mengharapkan, ke depan, ISNU memiliki peran yang sangat strategis.

“Makanya, Kongres Balikpapan nanti, kita ingin menegaskan kembali komitmen ISNU untuk terus berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Kita berharap ISNU dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju dan mandiri,” ujarnya, seraya menambahkan, ISNU diharapkan dapat berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Harapan lainnya? ISNU dapat menjadi wadah bagi para sarjana untuk merumuskan solusi praktis yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Lalu, siapakah tokoh yang djagokan dalam Kongres Balikpapan menjadi nakkoda ISNU nanti? 

Pria kelahiran Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, 31 Desember 1967 pun menyebut Prof. KH. Ali Maskur Musa. (din pattisahusiwa-humas ISNU Makassar)



Baca juga