Prof Dr Fauzan MPd, salah seorang guru besar (profesor) yang dipanggil oleh Prabowo Subianto untuk masuk kabinet 2024-2029.

LITERASI-ONLINE.COM - Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto sudah memanggil 108 tokoh ke kediamannya di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan.

Pemanggilan berlangsung dua hari, 14-15 Oktober 2024.

Mereka yang dipanggil disebut=sebut akan menjabat menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga negara dalam kabinet 2024-2029.

Diantara seratusan tokoh yang dipanggil oleh Prabowo, terdapat 7 guru besar atau profesor. 

Tujuh profesor ini berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Saat ini, ketujuh guru besar itu menduduki posisi penting, baik di kampus dan pemerintahan Indonesia. 

Ada yang mantan menteri, mantan rektor, dan ada yang menjadi guru besar di kampus luar negeri. 

Rencananya, Prabowo mengumumkan nama-nama menteri dan wakil menteri pada Senin (21/10/2024). 

Sehari setelah Prabowo-Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2024). 

Profil Singkat 

Siapa saja 7 guru besar itu? Berikut ini profil singkatnya.

1. Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. 

Saat ini, Prof Abdul Mu'ti menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. 

Ia merupakan akademisi. Lulusan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, pada tahun 1991. 

Sosok cendekiawan Islam Indonesia ini lanjut kuliah di School of Education, Flinders University of South Australia pada tahun 1997, Short Course on Governance and Shariah the University of Birmingham tahun 2005.

Kuliah di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah tahun 2008. 

Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2 September 2020. 

Prof Abdul Mu'ti yang pengajar UIN Syarif Hidayatullah diprediksi menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).  

2. Prof. Dr. Fauzan, M.Pd 

Prof Fauzan adalah mantan rektor dua periode di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Meraih gelar S1 di UMM pada tahun 1988 dan S2 di Universitas Negeri Malang tahun 2005. 

Tahun 2018, ia meraih gelar doktor dengan predikat Cumlaude pada Program Studi S3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 


Baca juga