Ribuan warga Israel menggelar demo memprotes kepemipinan PM Israel Benjamin Netanyahu, beberapa waktu lalu. .

LITERASI-ONLINE.COM - Perang antara Israel dengan pejuang Hamas di jalur Gaza, Palestina, sudah berlangsung setahun lebih.

Janji Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan memenangkan perang, hingga saat ini tidak terwujud.

Hamas memberi perlawanan sengit. Ratusan tentara Israel tewas dalam pertempuran darat.

Belakangan ini, Israel juga mendapat serangan dari Houthi di Yaman dan pejuang Hizbullah di Lebanon.

Serangan udara Houthi dan Hizbullah yang berlangsung hampir setiap hari, membuat warga Israel was-was.  

Setiap saat sirene peringatan meraung-raung yang membuat warga panik dan mencari perlindungan.

Apalagi setelah serangan udara Iran pekan ini yang mampu menjangkau ibukota Israel, Tel Aviv.

Baca: Tragedi Tentara Israel, Anak dan Ayah Tewas Ditembak Pejuang Hizbullah

Meski serangan Iran menyasar instalasi militer Israel, namun warga menilai sebagai ancaman nyata bagi keselamatan mereka.

Rasa takut warga Israel tergambar dalam hasil survei yang dilansir oleh surat kabar Maariv, Kamis (3/10/2024).

Berdasarkan hasil survei itu, 35 persen warga Israel ingin meninggalkan negaranya.     


Baca juga