Puluhan ribu warga Israel demo di Kota Tel Aviv, Minggu (1/9/2024) waktu setempat, mendesak PM Benjjamin Netanyahu gencatan senjata dengan Hamas agar ada pertukaran sandera.
LITERASI-ONLINE.COM - Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Ibukota Israel, Tel Aviv, Minggu (1/9/2024) waktu setempat.
Demo dipicu tewasnya 6 warga Israel yang menjadi tawanan pejuang Hamas di Gaza, Palestina. Warga marah kepada pemerintah Israel yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.Warga menilai, pemerintah lamban bahkan tidak punya keinginan melakukan gencatan senjata di Gaza.Padahal, pihak Hamas sudah setuju proposal gencatan senjata, termasuk pertukaran tawanan.Tapi, PM Netanyahu terus mengulur-ulur waktu. Bahkan terus menggempur Gaza.Sikap Netanyahu membuat pejuang Hamas dan sayap militernya semakin agresif memberi perlawanan.Di dalam negeri, sikap Netanyahu membuat warga marah besar, terutama keluarga sandera.Warga menilai, Netanyahu membawa Israel ke jurang kehancuran.Dalam beberapa bulan terakhir, warga dilanda was-was oleh serangan udara Hamas dan Hizbullah.Sebab, faktanya serangan udara Hizbullah dari Lebanon mampu menjangkau beberapa wilayah yang diduduki Israel dan menimbulkan kerusakan.Meski pihak militer Israel terus berupaya menutup-nutupi fakta itu. Kantor berita Reuters pada Senin (2/9/2024) melaporkan, massa yang totalnya diperkirakan 500.000 orang menggelar demo di Yerusalem, Tel Aviv, dan kota-kota lainnya. Massa pengunjuk rasa mendesak Netanyahu berbuat lebih banyak untuk membawa pulang 101 sandera yang tersisa.Di Yerusalem, pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan yang menyebabka kemacetan panjang.Massa juga berdemonstrasi di luar kediaman Netanyahu.
Baca juga