Puluhan ribu warga Israel demo di Kota Tel Aviv, Minggu (1/9/2024) waktu setempat, mendesak PM Benjjamin Netanyahu gencatan senjata dengan Hamas agar ada pertukaran sandera.

Polisi mengarahkan meriam air ke demonstran yang memblokir jalan. 

Media Israel melaporkan, sedikitnya 29 pengunjuk rasa ditangkap.

Sedangkan pemimpin buruh menyerukan pemogokan massal untuk menekan pemerintah. 

Perang antara Israel dan Hamas sudah berlangsung 11 bulan.

Sebelumnya, Netanyahu berjanji kepada rakyat Israel akan menang total.

Tapi, hingga saat ini, Israel masih sulit mengatasi perlawanan Hamas.

Bahkan jumlah tentara Israel yang tewas terus bertambah tiap pekan.

Situasi ini membuat puluhan tentara Israel menolak kembali bertempur di Gaza, meski risikonya harus menghadapi penjara militer. 

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, kepada Reuters menegaskan, Netanyahu bertanggung jawab atas tewasnya warga Israel yang ditawan oleh. 

Sami Abu Zuhri mengatakan, Netanyahu tidak serius menginginkan gencatan senjata.

"Israel harus memilih antara Netanyahu dan kesepakatan gencatan senjata," tegasnya.

Di tengah meningkatnya kemarahan publik, kepala federasi serikat pekerja Israel, Arnon Bar-David, pada Minggu menyerukan pemogokan umum secara nasional.

Tujuannya untuk menekan pemerintah agar menandatangani kesepakatan gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant yang belakangan ini sering berselisih dengan Netanyahu, juga menyerukan kesepakatan gencatan senjata.

Yoav Gallant menilai, semakin lama konfrontasi dengan Hamas maka makin sulit menyelamatkan sandera. (*)


Baca juga