LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Kemenangan kotak kosong pada Pilkada 2018 di Kota Metropolitan Makassar, membuat dosen muda Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar, Dr. Hasruddin Nur, S. Pd., M. Pd membuat riset untuk mengkaji tentang fenomena politik tersebut.
Kemenangan kotak kosong di Kota Makassar 2018 tercatat dalam sejarah baru dalam pertarungan politik di Indonesia.Hal ini juga menjadi sebuah fakta bahwa sebuah gerakan yang dilakukan oleh masyarakat dari kalangan bawah, mampu mengalahkan sebuah kekuasaan yang memiliki segalanya.Buku yang ditulis oleh Ketua Biro Pendidikan Karang Taruna Provinsi Sulsel ini juga menggali bahwa kotak kosong bukan hanya sebagai simbol dari sebuah perlawanan masyarakat. Selain itu pula, buku ini menggambarkan strategi politik untuk menyuarakan bentuk dari ketidakpuasan dinamika politik yang terjadi pada saat proses pilkada berlangsung.Dosen Sosiologi Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Yahya Mustafa menilai, buku ini memberi sebuah analisa yang tajam dalam melihat fenomena kemenangan kotak kosong di Kota Makassar. Fenomena kotak kosong dalam pilkada Makassar ini jadi kenyataan politik kemenangan gerakan perlawanan masyarakat bawah mengalahkan partai politik, ungkap alumni S3 Sosiologi Politik PPs-UNM ini."Kemenangan kotak kosong ini sekaligus mempertontonkan tumbang dan kalahnya mesin partai politik dalam Pilwali Makassar kemudian menjadi sejarah politik yang sangat fenomenal dalam panggung politik lokal dan viral serta populer di seluruh jagad," kata mantan Dekan Fisip UNSA ini."Buku yang ditulis Hasruddin dosen muda dan kreatif ini menggunakan bahasa yang ringan dan gampang dipahami oleh para pembaca," tandas Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pengurus Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Selatan ini.Selain itu, anggota DPRD Sulsel, Dr. H. Saharuddin, ST, MM, mengatakan buku ini menjelaskan strategi politik begitu luar biasa terbangun di masyarakat dari sebuah bentuk komunikasi politik sehingga dapat menghasilkan gerakan sosial yang mampu membuat sejarah dalam dunia politik di Indonesia.Penulis dalam buku ini juga memberi gambaran perjalanan sebuah gerakan sosial yang dibuat oleh masyarakat sampai kotak kosong mampu menang dalam pilkada 2018 serta buku ini pula membahas pentingnya masyarakat dalam arah politik yang lebih baik lagi.Penulis berharap dengan terbitnya buku ini, mampu memberi edukasi dan pendidikan politik kepada masyarakat secara umum.Hasruddin lahir di Enrekang 23 Maret 1991. Alumni S1 Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar 2013. Magister Pendidikan Sosiologi PPs-UNM 2016.Doktor ke-1.131 Program S3 PPs-UNM dan menjadi Doktor Sosiologi PPs-UNM ke-187. Lulus dengan nilai A Sangat memuaskan dengan IPK 3,97 pada November 2022. (*)