Sebelumnya, pada awal Desember, Kementerian Pertahanan Israel menyampaikan, sedikitnya 2.000-an tentara Israel cacat akibat perang sejak 7 Oktober 2023. Sementara tentara Israel yang menderita "luka jiwa" atau sakit mental berada di angka 7 persen. Jumlah yang tewas, terluka, cacat, dan menderita tekanan psikologis dipastikan akan terus bertambah.Pasalnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu masih terus memerintahkan serangan darat dan udara ke Gaza.Tapi, mereka masih mendapat perlawanan sengit dari pejuang Hamas. Apalagi, kelompok Hizbullah di Libanon ikut membantu melancarkan serangan kepada Israel. Limor Luria, Kepala Departemen Rehabilitasi di Kementerian Pertahanan Israel, mengakui "luka mental" para tentara ini akan sulit disembuhkan.Bahkan "luka mental" itu bisa muncul justeru setelah perang berakhir. (*)