Sebanyak 76 orang peserta Ujian Negara (UN) Radio Elektronik dan Operator Radio (REOR) dilantik dan dikukuhkan pejabat Kemkominfo di Aula kampus Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim), Jl Nuri Baru No 1, Kamis (30/11/2023)..

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR – Sebanyak 76 orang peserta Ujian Negara (UN) Radio Elektronik dan Operator Radio (REOR) dilantik dan dikukuhkan pejabat Kemkominfo di Aula kampus Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim), Jl Nuri Baru No 1, Kamis (30/11/2023).

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Lulusan UN REOR dipimpin Fidyah Ernawati SE MM, selaku Ketua Tim Kerja Pelayanan Publik dan Zona Integritas (PPZI), Direktorat Operasi Sumber Daya, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos & Informatika (Ditjen SDPPI), Kemkominfo RI.

Kegiatan ini merupakan pelantikan kedua dilakukan Polimarim AMI sebagai Lembaga Pendidikan (Lemdik) pelaksana UN REOR. 

Pelantikan pertama dilakukan Juni 2023 lalu, diikuti 65 orang peserta. Sedangkan bagi Ditjen SDPPI, masuk angkatan 61.

Pelaksanaan pelantikan dan penyumpahan 76 lulusan periode kedua ini, dihadiri agamawan dari keyakinan Islam dan Katolik. Setiap peserta bersumpah atas nama kitab suci agama mereka.

Fidyah Ernawati berpesan, para lulusan telah dilantik dan disumpah berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. 

Untuk itu, dalam aktivitas keahlian sebagai REOR atau operator radio umum (ORU) tidak boleh melanggar sumpah.

“Dengan pelantikan dan pengukuhan ini, semua lulusan wajib memikul tanggung jawab yang tinggi sebagai pemegang Sertifikat Keahlian REOR atau ORU. Semoga pemegang sertifikat ini mampu memikul rasa penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sebelum menjalani pelantikan dan pengukuhan ini, para peserta menjalani pelatihan selama dua hari 28-29 November dan dilanjutkan dengan ujian negara tanggal 30 November. Untuk materi UN REOR Program SOU Mualim terdiri atas 7 materi uji.

Adapun yang diujikan adalah; 1. Teknik Radio, 2. Perjanjian Internasional, 3. Peraturan Radio, 4. Bahasa Inggris, 5. Service Docurnents, 6. Radio Telephony, dan 7. Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS).

Direktur Polimarim Dr Amrin Pettarani SE ST MM MAP mengatakan sebagai pimpinan lemdik penyelenggara UN REOR, pihaknya berkomitmen akan terus membuka pelatihan sertifikat kompetensi REOR. 

Bahkan tahun 2024 diharapkan lebih meningkat.

Amrin tak bisa menutupi rasa bangga karena Polimarim sebagai lembaga diklat pelaut swasta dipercaya Kemenkominfo sebagai penyelenggara ujian negara REOR. 

Sebab masih jarang diklat swasta yang dipercaya mengemban amanah sebagai pelaksana UN REOR.

“Ini adalah pengukuhan yang kedua lulusan REOR dari diklat Polimarim. Tentu kami berharap akan terus meluluskan dan mengukuhkan pelaut-pelaut dengan sertifikat REOR di Polimarim. Terima kasih kepercayaan dari Kemenkominfo,” ujarnya.

Hasil Rapat Evaluasi Penetapan Kelulusan UN REOR Angkatan LXI, jumiah peserta terdaftar 83 orang, dengan jumlah peserta hadir 76 orang, lulus ujian 76 orang, mengundurkan diri 7 orang, mengulang 0 orang, tidak lulus 0 orang, persentase kelulusan 100 %.


Baca juga