Siti Danti, mahasiswi Universitas Hamzanwadi.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Unismuh Makassar menjadi salah satu kampus di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang jadi pilihan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Salah satu program yang cukup banyak peminat adalah Program Pertukaran Mahasiswa. 

Mereka yang ikut program ini adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh penjuru Indonesia.

Siti Danti adalah peserta program MBKM program pertukaran mahasiswa. 

Dia adalah mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa Seni dan Humaniora (FBSH) Universitas Hamzanwadi.

Siti Danti memilih program Kampus Merdeka pada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Makassar tahun akademik 2023/2024

Kepada media akhir Oktober 2023, Siti Danti mengatakan alasan memilih lokasi Kampus Merdeka pada Unismuh Makassar karena perguruan tinggi swasta yang berada dalam pengelolaan Persyarikatan Muhammadiyah.

Wanita kelahiran 8 Juni 2000 di Lenek Daya ini sudah tiba di Makassar sejak 8 September 2023 dan tinggal di sekitar kampus Unismuh Makassar.

Danti, sapaan akrabnya, sudah mengunjungi  berbagai tempat, antara lain Pantai Bosowa,  Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Istana Kerajaan Galesong, CPI, dan Masjid 99 Kubah.

Menurutnya, suasana pembelajaran di Unismuh Makassar jarang offline hampir semuanya kuliah  online dan ini jadi masalah dalam komunikasi antar budaya. 

Para dosen menurutnya sangat baik, juga teman mahasiswa dalam kelas.

Dia mengaku sempat kaget pada nada bicara orang Bugis-Makassar yang bernada tinggi.

Tapi lama kelamaan akhirnya terbiasa.

Hal lain yang membuatnya kaget karena ternyata mahasiswa Unismuh sering demo. 

Dia merasa nyaman di kampus Unismuh, karena lingkungan yang luas.

Ditambah bangunan yang besar-besar, sehingga memberi kenyamanan untuk mahasiswa.

Danti berharap agar dia lebih paham tentang perbedaan budaya, bahasa dan tradisi akademik serta cara toleransi dan membangun koneksi.

Menurtunya, jika banyak teman maka pikiran akan terbuka dan mengenal lebih banyak karakter orang yang berbeda di lokasi program Kampus Merdeka ini. (*)

Laporan: Sri Aninsi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar 


Baca juga