Dosen Magister Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Unismuh Makassar, Dr Abdul Mahsyar M.Si, menjadi pemateri pada Pelatihan Pengembangan Sistem Digital Tanggap Darurat Terpadu Untuk Penanggulangan Pendistribusian Bantuan Logistik Bencana Alam pada Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Pemerintah memiliki peran penting menghadapi risiko bencana dan melindungi kehidupan serta harta benda penduduk.

Berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah dan diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Demikian penegasan Dosen Magister Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Unismuh Makassar, Dr Abdul Mahsyar M.Si, saat tampil membawakan materi berjudul  Analisis Kebijakan Publik Terkait Kebencanaan.

Materi itu dipaparkan pada Pelatihan Pengembangan Sistem Digital Tanggap Darurat Terpadu Untuk Penanggulangan Pendistribusian Bantuan Logistik Bencana Alam pada Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Selasa 19 September 2023 di Aula Restoran Dewi Sri Kabupaten Gowa. 

Kegiatan ini adalah rangkaian pelaksanaan Program Matching Fund Kedaireka Tahun 2023 Batch 1 Gel 1 dari Ditjen Dikti Ristek sebagai pelaksana Kerjasama Universitas Handayani Makassar dengan Dinas Sosial Kabupaten Gowa, yang diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Yuyun, S.Kom. M.Kom, dan tim anggota Dra. Najirah Umar, S.Kom. M.T. dan Dr. Abdul Mahsyar, M.Si

Dijelaskan, regulasi yang telah ditetapkan pemerintah di antaranya UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, PP No.21/2008 tentang Penyelenggaraan Penangulangan Bencana serta 

Perda Kabupaten Gowa No.1/2013 Tentang Penanggulangan Bencana.

Pada pelatihan ini kelak akan menghasilkan produk berupa draf Peraturan Bupati Kab Gowa, tentang Sistem Tanggap Darurat untuk Pendistribusian Bantuan Logistik Bencana Alam pada Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

Ditambahkan, pada perumusan kebijakan rekacipta maka tahapan yang dipersiapkan adalah rencana penanggulangan bencana dalam hal ini pemerintah  telah menyusun rencana yang terdiri dari strategi dan langkah langkah penanggulangan bencana yang aktif.

Kedua adalah pembentukan badan penanggulangan bencana yang berfokus pada kordinasi dan penanganan bencana untuk memberikan respons yang cepat disaat yang dibutuhkan

Tahapan ketiga adalah peningkatan sistem informasi dan pemantauan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko bencana yang ada di setiap wilayah.

Skenario dan rencana tanggap darurat dengan persiapan yang matang dalam bentuk skenario dan rencana tanggap darurat sangat penting untuk mengurangi dampak bencana secara keseluruhan.

Tahapan dalam skenario adalah evaluasi risiko dengan menganalisis potensi risiko bencana di suatu wilayah untuk menentukan rencana tanggap darurat yang sesuai.

Melakukan  pelatihan dan simulasi bencana secara berkala untuk meningkatkan kesigapan masyarakat dan petugas.

Kemudian melakukan koordinasi penanganan darurat dengan memanfaatkan teknologi dan sistem komunikasi yang efektif untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat.

Masyarakat merupakan komponen penting  dalam penangangan bencana. Pendidikan dan pelatihan yang tepat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Langkah yang harus ditempuh dengan memperkenalkan konsep dasar dalam kesiapsiagaan bencana dalam kurikulum sekolah untuk menciptakan generasi yang sadar akan bencana.


Baca juga