Melakukan workshop kesiapsiagaan bagi Masyarakat umum untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana.Memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyebarkan informasi tentang kesiapsiagaan bencana.Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.Adapun langkah yang perlu ditempuh dengan donasi dan bantuan dari sektor swasta dapat memberikan dukungan finansial, logistik dan sumber daya lainnya untuk mempercepat proses penangangan bencana.Pengembangan teknonologi dengan keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan teknologi inovatif dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam penanganan bencana.Proses penyelamatan bukanlah akhir dari upaya penanganan bencana. Keberlanjutan dalam rehabilitasi dan pemulihan pascabencana juga merupakan aspek penting dengan melakukan rekonstruksi infrasrruktur lewat perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana untuk memulihkan kehidupan masyarakat.Memberi bantuan psikososial kepada korban bencana agar mereka dapat pulih secara emosional dan mental.Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak agar mereka dapat bangkit dan beradaptasi dengan kondisi baru.Melakukan perlindungan lingkungan dengan menjaga dan memulihkan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah dari pada masa depan. Peran individu dan komunitas memiliki tanggung jawab penting dalam menghadapi bencana. Setiap individu dan komunitas dapat berkontribusi dalam upaya penanganan dan kesiapsiagaan bencana. Langkah yang perlu dilakukan yakni meningkatkan kesadaran akan risiko bencana, pentingnya persiapan dan peran masing-masing dalam menghadapinya.Menjadi relawan bencana mengikuti pelatihan dan bergabung dengan organisasi yang berfokus pada penangangan bencana.Melakukan kolaborasi komunitas membangun kemitraan dengan lingkungan sekitar untuk saling membantu dan mendukung dalam penanganan bencana.Narasumber lainnya dari Universitas Handayani Makassar Dr. Ir. Abdul Latif Arda, M.Si. M.Kom. memaparkan materi Kebijakan Sistem Tanggap Darurat untuk Pendistribusian Bantuan Logistik Bencana yang nantinya menjadi inovasi Dinas Sosial Kab Gowa yang diberi nama Lima Daeng.Narasumber lain pada pelatihan itu yakni Dr. Nasrullah M.Si, M.Kom dengan materi Peranan Teknologi dalam Sistem Kebencanaan.Mushaf S.Kom, M.Kom. dan Andi Muh Imam (dari Dinsos Gowa) dengan materi Penggunaan Aplikasi sistem tanggap darurat untuk pendistribusian bantuan logistik bencana (lima Daeng). (*)