Diskusi buku dipandu Arwan D Awing, SE (Pemimpin Redaksi BugisPos.com). Sebab, di tengah aktivitasnya mengurus rumah tangga, mereka masih mampu meluangkan waktu untuk menulis.Mereka juga memuji kegiatan K-Apel yang betul-betul berbasis pemberdayaan masyarakat. Wahidah Eka Putri mengaku, untuk ukuran penulis first time, isi buku ini sangat luar biasa. "Temanya ringan, bahasanya santai sehingga enak dibaca," kata Wahidah Eka Putri.Pujian yang sama disampaikan Prof Kembong Daeng. Akademisi UNM ini bahkan "menantang" emak-emak binaan K-Apel untuk membuat buku lagi yang isinya "kelong-kelong" bahasa Makassar."Saya siap datang lagi untuk berbagi ilmu dan pengalaman jika K-Apel membuat buku lagi yang berbahasa Makassar," kata Prof Kembong, yang disambut tepuk tangah meriah hadirin.Peringatan maulid dan peluncuran buku ini dihadiri puluhan orang. Selain dari K-Apel, juga hadir beberapa akademisi, seniman, dan jurnalis. Rangkaian acara diawali Tari Paduppa dan ditutup santap malam bersama. (*)