Aplikasi Stuntingcare yang dikembangkan mahasiswa KKN Unhas dI Kabupaten Selayar..

Dosen Pendamping Kecamatan KKN Unhas, Muhammad Rachmat, menjelaskan, "aplikasi ini dapat memudahkan para orang tua atau pengasuh anak dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.” 

“Aplikasi "StuntingCare" merupakan inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa KKNT Unhas Gelombang 110 Kabupaten Kepulauan Selayar," lanjut Rachmat yang merupakan dosen FKM Unhas. 

"Aplikasi ini memberikan fitur lengkap, termasuk input data pertumbuhan anak, penilaian status stunting, imunisasi yang harus dilakukan berdasarkan usia anak serta informasi terkait stunting,” jelasnya.

Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan grafik pertumbuhan anak untuk memantau perkembangan anak sesuai dengan standar KMS.

Pengguna yang telah mengunduh aplikasi “StuntingCare” dapat membuat akun terlebih dahulu, yaitu akun ibu atau akun anak lalu memasukkan data yang dibutuhkan. 

Terdapat 4 fitur dari aplikasi ini. Fitur pertama, pemantauan tumbuh kembang anak, orang tua atau pengasuh anak dapat memasukkan data berat dan tinggi badan, kemudian secara otomatis aplikasi akan menentukan status anak apakah stunting atau normal. 

Fitur kedua, grafik pertumbuhan, orang tua dapat melihat statistik pertumbuhan berat dan tinggi badan anak. 

Fitur ketiga, status imunisasi, orang tua dapat mengisi imunisasi yang telah diterima oleh anak, kemudian akan ada sertifikat imunisasinya. 

Fitur keempat, yaitu sistem informasi bagi akun ibu yang berisi tentang informasi terkait stunting dan hubungan antara anemia dengan stunting.

Kegiatan sosialisasi aplikasi "StuntingCare" ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Mahasiswa KKNT Unhas Gelombang 110 berkomitmen untuk terus mendukung program penurunan stunting ini melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)



Baca juga