PM Belanda Mark Rutte (foto: Reuters)
Permintaan itu ditolak anggota koalisi Partai Persatuan Kristen dan D66, sehingga menyebabkan jalan buntu.Sesuai konstitusi Belanda, koalisi Mark Rutte akan tetap sebagai pemerintah sementara, hingga pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu.Menurut kantor berita ANP, panitia pemilihan nasional menyampaikan, pemilihan PM Belanda yang baru tidak akan diadakan sebelum pertengahan November 2023.Pemerintah sementara ini tidak dapat memutuskan kebijakan baru, namun Mark Rutte mengatakan tidak akan memengaruhi dukungan Belanda untuk Ukraina.PM Mark Rutte selama ini terus mencari cara untuk mengurangi masuknya pencari suaka ke Belanda.Apalagi, permohonan suaka di Belanda melonjak tajam tahun lalu menjadi lebih dari 46.000 orang.Tahun 2023 ini, diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 70.000 orang.Banyaknya imigran yang masuk membuat fasilitas untuk pencari suaka menjadi tidak memadai.Tahun lalu misalnya, ratusan pengungsi terpaksa tidur di tempat yang sulit dengan sedikit atau tanpa akses ke air minum, fasilitas sanitasi atau perawatan kesehatan yang memadai. (*)
TAG:
# Mark Rutte # Perdana Menteri # PM Belanda # PM mundur
Baca juga