PM Belanda Mark Rutte (foto: Reuters)

LITERASI-ONLINE.COM, BELANDA - Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte (56 tahun) menyatakan mengundurkan diri.

Penyebabnya, kabinet pemerintahan Belanda yang dipimpin Mark Rutte runtuh, gagal mencapai kesepakatan mengenai kebijakan pembatasan imigran atau pencari suaka, dengan partai koalisi pendukungnya.

Dengan mundurnya PM Mark Rutte, maka akan digelar pemilu untuk mencari PM Belanda yang baru. 

Krisis ini dipicu oleh dorongan partai konservatif VVD Perdana Menteri Rutte untuk membatasi aliran pencari suaka ke Belanda.

Namun, usulan partai VVD itu ditolak oleh dua dari empat partai koalisi pemerintah. 

"Bukan rahasia lagi bahwa mitra koalisi memiliki pendapat yang berbeda mengenai kebijakan imigrasi. Sayangnya hari ini kami harus menyimpulkan bahwa perbedaan tersebut tidak dapat diatasi," jelas Mark Rutte. 

"Karena itu, saya akan mengajukan pengunduran diri seluruh kabinet kepada raja," tambahnya dalam sesi konferensi pers yang disiarkan televisi, Jumat (7/7/2023) waktu setempat. 

Karena tidak tercapai kesepakatan soal imigran yang masuk ke Belanda antara pemerintah dan partai koalisi pendukung pemerintah, maka pemerintahan PM Mark Rutte bubar.

Baca: Bulan Ini, Pemerintah Belanda Kembalikan Ratusan Benda Berharga Milik Indonesia, Ada Permata dan Keris

Tanda-tanda perpecahan mulai memuncak pekan ini, setelah Mark Rutte dan partainya meminta dukungan membatasi masuknya anak-anak pengungsi perang ke Belanda. 

Namun, permintaan dukungan sang PM tidak mendapat respon positif dari partai-partai mitra koalisi di pemerintahan. 


TAG: # Mark Rutte # Perdana Menteri # PM Belanda # PM mundur

Baca juga