Tunrung pakanjara menandai dibukanya Kongres Kebudayaan Sulsel di Gedung Mulo, Kota Makassar, Sabtu (14/6/2023).

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Kongres Kebudayaan Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi berlangsung mulai Sabtu (24/6/2023) pagi WITA.

Seremoni pembukaan kongres bertema "Pemajuan Kebudayaan Menuju Indonesia Emas 2045" ini berlangsung di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Acara pembukaan ditandai tunrung pakanjara yang dilakukan secara simbolis oleh penggagas kongres Dr H Ajiep Padindang, SE, MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Dr H  Asriady Sulaiman, S.IP, M.Si, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Suparman Sopu, dan Ketua Panitia Andi Abubakar Hamid.  

Sebelum seremoni pembukaan, Ajiep Padindang menyampaikan orasi budaya. 

Anggota DPD RI asal Sulsel ini menyampaikan pentingnya menjaga budaya di tengah ancaman hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Ajiep Padindang yang seniman dan budayawan juga mengingatkan pentingnya peraturan daerah (perda) tentang kebudayaan sebagai payung hukum untuk semua aktivitas kebudayaan.

Karena itu, ia sangat berharap Kongres Kebudayaan Sulsel ini dapat melahirkan rumusan-rumusan pemikiran untuk terbentuknya Perda untuk pemajuan kebudayaan.

Menurutnya, banyak anggaran dari pemerintah pusat untuk kegiatan kebudayaan. Tapi, hanya sedikit yang "singgah" di Sulsel.

Karena itu sangat penting ada payung hukum berupa peraturan daerah.

Ajiep Padindang menambahkan, kongres kebudayaan ini sebagai jawaban atas keluhan budayawan dan seniman karena rendahnya atensi pemerintah pusat, terlebih pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.


Baca juga